GERINDA
KOMPLEKS
A.DEFINISI
Penggerindaan adalah pemindahan material (oleh proses
penyayatan / pemotongan)dengan menggunakan alat potong yang mempunyai beribu
ribu sisi potong.
1.RODA GERINDA.
Berdasarkan butiran
pengasahnya,jenis roda gerinda yang banyak digunakan adalah:
-ALUMINIUM OXIDE (CORUNDUM) kode: A
-SILICON CARBIDE (CARBORUNDUM) kode: C
-CUBIC BORON NITRIDE / CBN
(BORASON) kode: B
-DIAMOND
kode:D
Macam macam
perekat (Bond) yang digunakan adalah:
-VITRIFIED
BOND
kode: V
Sensitif terhadap hentakan dan
perubahan temperature.Tahan terhadap pengaruh bahan kimia dan dapat disimpan
dalam waktu yang lama.
-SILICATE
BOND
kode:S
Tahan terhadap
air,cocok untuk penggerindaan basah.
-RUBBER BOND kode:
R
Ulet,elastic,cocok
untuk batu gerinda yang tipis dan profil profil yang tajam.
-RUBBER BOND,FIBRE REINFORCED kode: RF
-RESINOID BOND kode:B
Tidak begitu peka terhadap perubahan
temperature dan hentakan.peka terhadap pengaruh bahan kimia dan tidak baik bila disimpan terlalu
lama.
-RESINOID BOND,FIBRE REINFORCED kode: BF
-SHELLAC BOND
kode: E
Ulet dan elastic,cocok untuk batu
gerinda yang tipis dan profil profil yang tajam.
-MAGNESITE BOND
kode: Mg
Sensitif terhadap lingkungan
basah,cocok untuk penggerindaan kering.
2.JENIS JENIS ABRASIVE
(BUTIRAN PENGASAH)
-SILICON CARBIDE / CARBORUNDUM
(C)
Merupakan abrasive yang
penting,yang diproduksi dengan cara memanaskan campuran pasir kaca murni (pure
glass sand),kokas tanah (finely ground coke),serbuk kayu (sawdust),dan garam
(salt) dalam dapur listrik yang besar.
Silicon pasir kemudian dimasukkan
ke dalam campuran tadi pada suhu 2200°C dengan kokas karbon untuk membentuk silicon
carbide.setelah 36 jam dalam dapur,terbentuklah Kristal Kristal silicon
carbide.kristal Kristal ini kemudian dihancurkan,dicuci dengan larutan asam dan
alkali,disaring untuk mendapatkan ukuran butir yang diinginkan dan dilewatkan
pada bagian yang bermagnet untuk memisahkan partikel partikel besi dari Kristal
Kristal tersebut.
Butiran butiran yang
terpilih inilah yang digunakan untuk membentuk roda gerinda.Biasanya silicon
carbide berwarna hitam,tetapi yang banyak digunakan berwarna hijau
terang.Sifatnya getas dan mudah pecah,sehingga mudah memunculkan sisi potong
yang baru.
-ALUMINIUM OXIDE /
CORUNDUM (A)
Merupakan abrasive sintetis
yang penting,yang dibuat dengan membakar tanah liat (lempung)yang dikenal
dengan sebutan:BAUXITE yang terdiri
dari aluminium hydroxides (aluminium + oksigen + air) yang sangat
penting.Proses pembakaran ini untuk menghilangkan air yang ada
didalamnya.Kemudian dicampur dengan serbuk kokas dan besi dalam dapur listrik
yang mempunyai beberapa elektroda carbon.Campuran ini dilewatkan / diputar pada
elektroda carbon tadi.Setelah dipanaskan selama 24 jam, Kristal Kristal yang
terbentuk kemudian didinginkan selama 36 jam.Kristal Kristal itu kemudian
dihancurkan,dibersihkan,disaring,dan dipisahkan dari partikel partikel besi
seperti pada silicon carbide, tetapi aluminium oxide lebih lunak dan lebih
getas.
Aluminium oxide putih dibuat
dengan cara yang sama,tetapi material awalnya dari alumina murni tanpa ditambah
kokas dan besi.Ketangguhannya diantara aluminium oxide biasa dengan silicon
carbide.
Aluminium oxide umumnya
digunakan untuk roda gerinda yang keras,ulet dan mampu menahan tegangan yang
terus menerus.
-DIAMOND
Adalah material alat potong
yang mempunyai kekerasan dan kualitas yang tinggi,bila dipilih dengan tepat
aplikasinya,dapat menggerinda lebih ekonomis dan optimal.
Jenis butiran diamond dalam
4 macam:
1.D :Natural Diamond
2.MD :Man Made Diamond
3.CD :Nickel coated man made diamond
4.CDC :Copper coated man made diamond.
-CBN / CUBIC BORON NITRIDE /
BORAZON
Adalah jenis abrasive yang
diproduksi secara khusus oleh general electric corp.Abrasive ini kristalnya
berbentuk kubik dan kekerasannya 2x lebih keras dari silicon carbide.Kemampuan
thermalnya stabil sampai suhu 1400°C.
B.DIMENSI / UKURAN
Dimensi roda gerinda sudah distandarisasikan
secara internasional.Penyebutan ukuran roda gerinda dituliskan dengan urutan
: D x T x H
D =Diameter= diameter roda
gerinda
T =Thickness= tebal roda
gerinda
H=Hole = diameter lubang
roda gerinda
C.INDEX DAN TYPE ABRASIVE
Kode yang pertama dari
spesifikasi roda gerinda menunjukkan tipe dari butiran pengasahnya (abrasive).
Meskipun sama sama dinyatakan dengan huruf A (aluminium oxide),namun bila index
nomernya lain maka karakteristik abrasivenya juga berbeda. Misalkan :
A karateristiknya :Regular
aluminium oxide (brown)
29A karateristiknya :mono crystalline aliminium
oxide (milky white)
31A karakteristiknya :semi pure aluminium oxide
(greyish blue)……dan seterusnya.
D.GRIT SIZE / GRAIN SIZE / UKURAN BUTIRAN ABRASIVE
Ukuran butiran abrasive
dinyatakan dalam bentuk angka angka.semakin kecil angkanya menunjukkan ukuran
butiran abrasivenya semakin besar dan sebaliknya.Abrasive yang kasar
(angka kecil)mempunyai kemampuan potong yang baik.Abrasive yang halus (angka
besar) menghasilkan kualitas permukaan dan daya bentuk yang bagus.
E.HARDNESS / KEKERASAN
Kekerasan roda gerinda
dinyatakan dalam huruf huruf.Keras / lunaknya roda gerinda ditentukan dari
mudah / tidaknya butiran abrasivenya terlepas,sehingga hal ini sangat berkaitan
dengan kemampuan perekat dalam mengikat butiran abrasive.Roda gerinda lunak
digunakan untuk benda kerja yang keras dan sebaliknya.
A
B C D Extremely
soft
E F Very
soft
G
H Soft
J
K L Medium
M
N O P Hard
Q R
S T Very
Hard
U
V W X
Y Z Extremely
Hard
F.STRUCTURE
Struktur roda gerinda
menunjukkan porositas dari roda gerinda,yang ditentukan oleh perbandingan dan
susunan dari butiran pengasah dan perekat.Perbandingan perekat dalam roda
gerinda sekitar 10 - 30%
dari volume total roda gerinda.struktur roda gerinda dibedakan menjadi 2 :
a.Struktur tertutup / padat
(ruang butiran kecil)
Apabila butiran butiran pengasah saling
berdekatan dibandingkan ukurannya.Struktur tertutup melakukan proses “kerja
keras” (teliti,halus,feeding kecil dll),maka cocok untuk finishing process.
b.Struktur terbuka (ruang
butiran lebar)
Ruang antara butiran butiran pengasah
lebar.Melakukan proses “kerja Ringan”,cocok untuk proses pengasaran.
Struktur dari roda gerinda
dinyatakan dengan angka angka,Negara Inggris dan jerman memakai 0 – 9,
sedangkan Negara swiss 0 – 20.
G.PERLAKUAN PADA RODA GERINDA
*PEMERIKSAAN KERETAKAN (CRACK
CHECKING)
Dengan cara :-Pengamatan
langsung (Visual)
-Pengecekan suara
(sound test)
*PENCEKAMAN
40 – 50 Standard structure ≤ 10
20 – 30 Porous structure 11 –
15
5 - 20 Highly
porous structure >15
*PENYEIMBANGAN / BALANCING
Batu gerinda yang
tidak seimbang disebabkan oleh:
-Campuran
perekat dan abrasive yang tidak merata
-Sebagian
roda gerinda basah atau terkena oli
-Roda
gerinda tidak sentries lagi
-Adanya kelonggaran
antara poros pemutar dengan lubang roda gerinda.
Roda gerinda yang
tidak seimbang akan menyebabkan:
#.Kualitas
permukaan penggerindaan kasar (jelek)
#.Merusak
bantalan poros pemutar
#.Menimbulkan getaran yang mempengaruhi bagian bagian mesin yang lain.
Beberapa cara
penyeimbangan roda gerinda:
-.Mengurangi bagian tertentu
-.2 bobot
penyeimbang (balancer)
-.3 bobot
penyeimbang.
*TRUING dan DRESSING.
Truing adalah:-membuat bentuk / form yang diinginkan
-menjaga permukaan batu gerinda agar tetap rata
-memperbaiki putaran yang eksentris.
Dressing
adalah:menghilangkan butiran abrasive (sisi potong)yang sudah tumpul untuk
memunculkan sisi potong yang baru
sehingga kemampuan potong menjadi optimal kembali.(pergantian sisi potong).
Truing dan Dressing diperlukan untuk mendapatkan geometri
roda gerinda yang baik,menjaga kemampuan potong agar tetap optimal dan putaran
roda gerinda yang tetap sentries.
Beberapa alat yang digunakan untuk Dressing / Truing:-Batu
Dresser (carborundum)
-Roda baja alur (Steel Wheel)
-Intan
(Diamond)
Hal hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan proses
Dressing / Truing:
-Intan pendressing bersama sama dengan roda gerinda harus
selalu diberi pendingin.
-Kedalaman pemakanan (depth of cut) harus kecil / sedikit.
-Posisi intan
pendressing tunggal adalah menyudut 10° - 15°
kebawah dari garis sumbu horizontal roda
gerinda.
-Pendressingan
dengan butiran butiran intan yang disatukan (Cluster) harus dipasang mengarah
ke titik pusat roda gerinda.
-Pendressingan
roda gerinda dimulai dari titik yang tertinggi.
-Untuk
pendressingan yang kasar dapat digunakan roda baja atau batu dresser
(carborundum).
-Pada
pendressingan dengan intan,untuk
mendapatkan hasil yang kasar,intan harus bergerak relative cepat dan mempunyai
ujung yang tajam.sedang untuk permukaan yang halus,digunakan intan yang tumpul
dengan gerakan yang lambat.
*STORING (PENYIMPANAN)
Batu gerinda membutuhkan penanganan yang hati hati dan
penyimpanan yang khusus.Untuk menyimpan setiap kiriman harus dicek secara
visual ,bila ragu jangan gunakan roda gerinda tersebut.Roda gerinda harus
ditempatkan pada rak yang menjamin dari kerusakan dan memungkinkan untuk
dipindah tanpa mengganggu roda gerinda yang berdekatan.
Area untuk menyimpan harus:-Kering
-Bebas dari embun dan getaran
-Bebas dari perubahan temperature yang besar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat menyimpan
roda gerinda:
#.RG yang rata dan tipis ditempatkan pada permukaan yang
datar tanpa antara.
#.RG yang besar dan rata diposisikan berdiri tapi harus ada penahannya
agar tidak menggelinding.
#.RG mangkok kecil diletakkan terpisah dengan yg ukuran
besar.
#.RG kecil ditempatkan pada rak dengan ukuran yang sesuai.
CATATAN:
--RG dengan perekat Vitrified dapat disimpan dalam waktu
yang relative lama.
--RG dengan perekat Resinoid akan mulai retak setelah
disimpan 2 sampai 3 tahun.
SEMOGA BERMANFAAT. AMINN . . . !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar